BEHAVIORAL FLEXIBILITY

Pilar Ke Empat NLP (Neuro Linguistic Programming) ini adalah jantung dari NLP.

Dalam meraih outcome, maka kita harus setup outcome yang baik (Well-Formed Outcome), lalu kita harus memiliki kepekaan inderawi (Sensory Acuity), dan harus melakukan proses Rapport yang powerfull untuk menuju kepada outcome kita tersebut.

Dalam hal tahapan-tahapan di atas telah dilakukan, dan hasilnya ternyata masih belum sesuai dengan harapan, maka ada satu tahapan yang perlu kita lakukan yaitu Behavioral Flexibility.

Ini adalah alternatif plan yang harus kita segera siapkan untuk mengantisipasi apabila semua hal yang telah dilakukan dalam kerangka mencapai outcome belum berjalan dengan semestinya.

Dalam NLP, Behavioral Flexiblity adalah amat sangat krusial karena hal ini akan menentukan apakah kita akan meraih outcome yang telah kita tentukan di awal.

Contoh kasus company yang kurang memiliki behavioral flexibility sehingga akhirnya harus tergilas dari persaingan adalah NOKIA. Mereka tidak siap dengan perubahan yang begitu cepat dari para pesaing di industrinya, dan mengakibatkan mereka kalah bersaing.

Oleh karena itu begitu kritikalnya untuk memiliki behavioral flexibility karena akan membuat kita tetap dapat eksis dan meraih outcome kita.

Salam Sukses Maksimal !

Ferry Santosa
(0813 2097 3433)

Comments are closed.