COACHING EFEKTIF UNTUK SIAPA?

Teman-teman, tau ngga sebetulnya Coaching itu lebih efektif dilakukan untuk orang-orang yang seperti apa?

Apakah untuk orang-orang yang bermasalah? Stress? mengalami sakit-sakit pikiran?

Ataukah untuk orang-orang yang ingin lebih maju? Mereka yang punya goal dan keinginan untuk lebih berkembang ke masa depan?

Yup betul teman-teman, ternyata Coaching akan lebih efektif dilakukan untuk orang-orang yang ingin lebih mengalami pengembangan diri ke depan. Artinya untuk orang-orang yang memang punya goal ataupun keinginan untuk mencapai sesuatu di depan mereka.

Jadi teman-teman sudah tau sekarang ya Coaching itu efektif dilakukan untuk orang-orang seperti apa.

Semoga Bermanfaat.

Salam Sukses MAKSIMAL !!!

Ferry Santosa

People Empowerment & Development Coach

Follow @ferrywsantosa

BEDANYA APA YA ANTARA COACHING, TRAINING, CONSULTING, COUNSELLING, & MENTORING?

Mungkin di antara kita ada banyak yang masih belum mengerti apa sih bedanya antara Coaching, Training, Consulting, Counselling, dan Mentoring. Nah supaya tidak bingung lagi, saya akan berusaha memberikan sedikit pencerahan agar tidak terjadi lagi kebingungan apabila ditanya perbedaan-perbedaan tersebut.

Coaching VS Training

Training:

-Agenda sudah pasti

-Engagement jangka pendek

-Umumnya bersifat pembekalan pengetahuan dan kecakapan

Coaching:

-Agenda bersifat fleksibel

-Engagement jangka panjang

-Bersifat pengembangan dan pemberdayaan potensi

Coaching VS Consulting

Consulting:

-Konsultan adalah seorang expert di bidangnya

-Konsultan memberikan solusi

-Konsultan biasanya fokus pada aspek bisnis

Coaching:

-Coach tidak harus expert di bidang orang yang ia coaching

-Solusi datang dari si coachee

-Coaching banyak fokus pada aspek perubahan perilaku

Coaching VS Counselling

Counselling:

-Counselling biasanya dilakukan ketika ada masalah

-Bersifat terapi dan remedial

-Dari masa lalu ke masa kini

Coaching:

-Coaching dilakukan ketika ada tujuan yang ingin dicapai oleh individu

-Fokus pada kekuatan

-Dari masa kini ke masa depan

Coaching VS Mentoring

Mentoring;

-Mentor adalah seorang expert di bidangnya

-Biasanya dari senior ke yunior

-Fokus pada penguasaan bidang tertentu

Coaching:

-Coach tidak harus expert di bidang orang yang ia coaching

-Bisa lintas area

-Coaching banyak fokus pada aspek perubahan perilaku

Demikian perbedaan antara Coaching, Training, Consulting, Counselling, dan Mentoring. Semoga penjelasan ini bermanfaat.

Salam Sukses Maksimal !

Ferry Santosa CPC, CPT, CT.NLP, CHt

HP: 081320973433

LEADER AS A COACH

Seorang leader atau pemimpin idealnya dapat melakukan fungsi sebagai coach kepada tim yang dipimpinnya. Banyak leader yang ketika didatangi oleh bawahannya dengan segala problematika yang dialaminya, leader tersebut hanya langsung memberikan saran-saran sesuai dengan apa yang ada dalam pikiran leader tersebut untuk menyelesaikannya. Leader-leader seperti ini hanyalah leader yang bersifat pemadam kebakaran bagi bawahannya.

Leader yang bisa berfungsi sebagai coach tidak akan langsung memberikan solusi-solusi yang ada dipikirannya untuk harus dilakukan oleh bawahannya yang sedang megalami kendala dalam dirinya, namun leader tersebut akan berfungsi sebagai mitra atau partner berpikir kreatif bagi bawahannya. Leader tersebut akan memulai dengan menanyakan bagaimana situasi yang sebenarnya di alami oleh bawahannya, membiarkan secara leluasa bagi bawahannya untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, tanpa terpancing untuk melakukan judgement terhadap cerita bawahannya, dan juga tidak terburu-buru untuk segera memberikan solusi dari masalah bawahannya tersebut.

Daripada langsung memberikan solusi dari permasalahan, Leader akan menggali situasi bawahannya dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan terbuka yang powerful seperi apa, bagaimana, dll (bukan pertanyaan-pertanyaan yang tertutup seperti sudahkan, bolehkah, mungkinkah, dll). Pertanyaan terbuka akan memancing bawahan untuk menceriitakan secara terbuka setiap hal yang ada dalam pikirannya. Tujuannnya pada akhirnya adalah untuk menimbulkan kesadaran (awareness) dari dalam diri bawahan untuk manyadari gap antara kendala yang dia hadapi dengan harapan sebenarnya yang dia inginkan. Dengan pertanyaan-pertanyaan powerful juga leader akan menanyakan dan memancing opsi-opsi apa yang bisa dipikirkan oleh bawahan untuk mengisi gap tersebut. Disini akan terjadi proses berpikir kreatif dari bawahan untuk mencari opsi-opsi yang dapat dilakukan oleh bawahan, dan disini juga leader bisa melakukan sharing pengalaman kepada bawahan untuk memberikan insight atau pemahaman-pemahaman kepada bawahan tanpa harus memaksakan bawahan untuk mengikuti apa yang telah dibagikan oleh leader. Sharing pengalaman leader hanya sebagai opsi bagi bawahan.

Dengan demikian hasil action plan akan lebih sesuai dengan harapan atasan & bawahan dan akan lebih efektif untuk menghasilkan perubahan pada diri bawahan karena dihasilkan dari kesadaran dan proses berpikir kreatif bawahan tersebut.

Demikian pentingnya fungsi Leader As A Coach untuk menjadi mitra bagi bawahan untuk mengembangkan potensi bawahan menjadi lebih luar biasa.

Semoga bermanfaat.

Salam Sukses Maksimal !

Ferry Santosa
081320973433