LEADER AS A COACH

Seorang leader atau pemimpin idealnya dapat melakukan fungsi sebagai coach kepada tim yang dipimpinnya. Banyak leader yang ketika didatangi oleh bawahannya dengan segala problematika yang dialaminya, leader tersebut hanya langsung memberikan saran-saran sesuai dengan apa yang ada dalam pikiran leader tersebut untuk menyelesaikannya. Leader-leader seperti ini hanyalah leader yang bersifat pemadam kebakaran bagi bawahannya.

Leader yang bisa berfungsi sebagai coach tidak akan langsung memberikan solusi-solusi yang ada dipikirannya untuk harus dilakukan oleh bawahannya yang sedang megalami kendala dalam dirinya, namun leader tersebut akan berfungsi sebagai mitra atau partner berpikir kreatif bagi bawahannya. Leader tersebut akan memulai dengan menanyakan bagaimana situasi yang sebenarnya di alami oleh bawahannya, membiarkan secara leluasa bagi bawahannya untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, tanpa terpancing untuk melakukan judgement terhadap cerita bawahannya, dan juga tidak terburu-buru untuk segera memberikan solusi dari masalah bawahannya tersebut.

Daripada langsung memberikan solusi dari permasalahan, Leader akan menggali situasi bawahannya dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan terbuka yang powerful seperi apa, bagaimana, dll (bukan pertanyaan-pertanyaan yang tertutup seperti sudahkan, bolehkah, mungkinkah, dll). Pertanyaan terbuka akan memancing bawahan untuk menceriitakan secara terbuka setiap hal yang ada dalam pikirannya. Tujuannnya pada akhirnya adalah untuk menimbulkan kesadaran (awareness) dari dalam diri bawahan untuk manyadari gap antara kendala yang dia hadapi dengan harapan sebenarnya yang dia inginkan. Dengan pertanyaan-pertanyaan powerful juga leader akan menanyakan dan memancing opsi-opsi apa yang bisa dipikirkan oleh bawahan untuk mengisi gap tersebut. Disini akan terjadi proses berpikir kreatif dari bawahan untuk mencari opsi-opsi yang dapat dilakukan oleh bawahan, dan disini juga leader bisa melakukan sharing pengalaman kepada bawahan untuk memberikan insight atau pemahaman-pemahaman kepada bawahan tanpa harus memaksakan bawahan untuk mengikuti apa yang telah dibagikan oleh leader. Sharing pengalaman leader hanya sebagai opsi bagi bawahan.

Dengan demikian hasil action plan akan lebih sesuai dengan harapan atasan & bawahan dan akan lebih efektif untuk menghasilkan perubahan pada diri bawahan karena dihasilkan dari kesadaran dan proses berpikir kreatif bawahan tersebut.

Demikian pentingnya fungsi Leader As A Coach untuk menjadi mitra bagi bawahan untuk mengembangkan potensi bawahan menjadi lebih luar biasa.

Semoga bermanfaat.

Salam Sukses Maksimal !

Ferry Santosa
081320973433

Comments are closed.