RAPPORT

Rapport dalam terminology NLP adalah mengandung makna “membangun kedekatan”. Di dalam kerangka pencapaian outcome, maka kita harus melakukan suatu proses yang namanya rapport dimana kita akan menggunakan semua sumber daya dan metode yang dibutuhkan untuk membuat kita semakin mendekat dengan outcome kita.

Contoh:

Apabila outcome kita ingin mendapatkan suatu proyek dari klien, maka sebelum melakukan penawaran produk atau jasa, kita harus melakukan rapport terhadap orang kunci (key person) yang mengambil keputusan untuk goal proyek kita. Kita melakukan pendekatan dengan cara PACING-MIRORRING hingga akhirnya kita bisa melakukan proses LEADING atau melakukan penawaran atau penjualan produk dan jasa kita kepada klien.

Selain itu rapport di atas juga bisa dikombinasikan dengan teknik NLP yang lain yaitu YES-SET condition dimana ketika kita melakukan rapport, kita melontarkan pertanyaan-pertanyaan kepada klien yang HARUS DIJAWAB YA oleh klien.

Contoh:

Bapak pasti ingin tahun ini mendapatkan peningkatan omset perusahaan yang signifikan bukan? Jawaban pasti Ya

Bapak pasti ingin armada sales Bapak sangat produktif kan? Jawaban pasti Ya

Bapak setuju kalau tim sales harus menjadi poros terdepan untuk menghidupi perusahaan? Jawaban pasti Ya

Secara psikologis setelah selesai mengajukan 3 sampai 5 pertanyaan yang harus dijawab ya, umumnya kita baru bisa untuk melakukan proses untuk menyampaikan maksud kita yang sebenarnya kepada klien yaitu untuk menawarkan produk atau jasa kita.

Jadi jangan langsung to the point dalam melakukan penawaran atau penjualan produk atau jasa kita kepada klien. Namun kita harus melakukan rapport yang benar terlebih dahulu agar klien merasakan dulu kedekatan atau keakraban sebelum menerima kita dan segala penawaran produk dan jasa kita.

Semoga bermanfaat

Salam Sukses Maksimal.

Ferry Santosa
(081320973433)

Comments are closed.